Hubungan Tuhan dan Manusia Menurut Bakunin, Ulasan — Kritiknya terhadap kaum idealis pun berpusat pada tuhan atau agama dan negara. Slogannya Jika Tuhan ada Maka manusia adalah budak artinya jika manusia ingin dan harus bebas maka Tuhan tidak boleh ada.

Mereka yang percaya Tuhan selamanya mengabaikan dan merendahkan logika sebagai budak tidak mungkin ada keadilan kesejahteraan dan persaudaraan umat manusia.

Kepercayaan akan adanya Tuhan tersebut kemudian terwujud dalam sebuah lembaga bernama agama atau gereja. Dengan karunia Ilahi-nya itu gereja itu kemudian pada gilirannya mempunyai otoritas-otoritas tertentu kepada masyarakat.

Tuhan muncul, manusia direduksi menjadi ketiadaan. Semakin besar Tuhan maka semakin menderitalah manusia. Inilah sejarah dari semua agama inilah efek dari semua wahyu ilahi dan hukum Ilahi.

Mikhail Bakunin

Dalam sejarah, nama Tuhan adalah perkumpulan mengerikan, yang dengannya orang-orang yang mengaku diberi wahyu ilahi orang-orang jenius yang saleh, menindas kebebasan martabat nalar dan kesejahteraan.

Pada intinya Tuhan dan negara menolak semua legislasi semua otoritas dan semua pengaruh yang diberi hak istimewa diberi lisensi dan resmi dan legal meskipun dari hak pilih universal, karena kami yakin bahwa pada gilirannya ia akan memberi keuntungan kepada minoritas yang dominan untuk mengeksploitasi kepentingan-kepentingan mayoritas rakyat agar tunduk dan patuh kepada kepentingan mereka inilah maknanya kami semua benar-benar kaum anarkis.

Kelebihan buku Tuhan dan negara pertama memberikan gambaran yang orisinil bahasa yang menggebu seperti membaca Manifesto Komunis dalam menggambarkan bagaimana hubungan Tuhan dan Manusia serta negara menurut Bakunin. Kekurangannya, sebagai buku terjemahan banyak istilah-istilah yang sulit dimengerti banyak terdapat kalimat kompleks kadang ada dua subjek atau kadang tidak ada subjek sama sekali kedua ada glosarium lebih baik tulisan Tuhan dan negara negara atau negara banyak yang rancu tipografi Tuhan dan tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here